Kimiawi - Program Studi Rekayasa Nanoteknologi Universitas Airlangga menyelenggarakan pengabdian masyarakat di workshop Batik Namiroh, Jetis, Sidoarjo. Daerah Jetis merupakan salah satu daerah penghasil batik yang terkenal di daerah Sidoarjo, sehingga daerah ini dipilih sebagai tempat diadakannya pengabdian masyarakat terkait pengolahan limbah batik. Melalui komunitas Argon, telah dikembangkan inovasi untuk penguraian limbah pewarna dari batik menggunakan bahan dasar karbon aktif dari bahan alam berupa cangkang kelapa yang dikemas dalam produk bernama ‘Bionara’. Pengabdian Masyarakat ini ditujukan untuk penyuluhan terkait penggunaan teknologi nano pada karbon aktif berbahan dasar alami yang dapat digunakan dalam pengolahan limbah pewarna.
Pengabdian masyarakat ini meliputi sesi materi terkait nanoteknologi dan kemampuannya dalam mendegradasi limbah oleh dosen Rekayasa Nanoteknologi, Tahta Amrillah, S.Si., M.Sc., PhD. Beliau menyampaikan terkait bagaimana karbon, yang menjadi bahan dasar dari produk Bionara, memiliki kemampuan dalam penguraian limbah, terlebih limbah pewarna. Produk Bionara sendiri dipaparkan sebagai karbon aktif dengan luas permukaan yang sangat besar, sehingga dapat dengan efektif menyerap pewarna dan zat-zat polutan lainnya yang terdapat pada limbah.
Kemudian, sesi dilanjutkan dengan demo penggunaan dari produk Bionara ini sendiri. Limbah batik yang sudah berada pada wadah dicampurkan dengan satu bungkus Bionara, dengan perbandingan 200 gram karbon aktif dalam Bionara untuk 5 liter limbah pewarna batik. Anggota dari Argon membantu pelaksanaan demo ini dengan mengaduk campuran limbah batik beserta karbon aktif tersebut selama dua hingga empat menit, seiringan dengan dijelaskannya prosedur degradasi limbah menggunakan Bionara yang akan berlangsung selama 24 jam semenjak pencampuran. Sesi dilanjutkan dengan pengisian survey kepuasan dan post-test serta berbagi kesan pesan selama pelaksanaan penyuluhan. Sesi ditutup dengan foto bersama.
“Terima kasih, dengan adanya pengabdian masyarakat dari Universitas Airlangga Program Studi Rekayasa Nanoteknologi, kami berharap pengolahan limbah ini dapat sesuai dengan yang kita butuhkan. Mengingat dari provinsi sudah mengutus ke kami bahwa arahnya harus segera ke industri hijau, sehingga salah satunya adalah poin pengolahan limbah.” ucap perwakilan dari industri batik Sidoarjo.
Harapannya adalah dengan diadakannya penyuluhan terkait pengolahan limbah pewarna batik dan pembuatan bahan remediasi limbah alami menggunakan karbon aktif berbahan dasar alami ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengolahan limbah untuk lingkungan. Program Studi Rekayasa Nanoteknologi melihat potensi remediasi lingkungan melalui pengabdian masyarakat ini dan berharap bahwa pengaplikasian dari Ilmu Nanoteknologi akan terus dikembangkan serta dapat terus melahirkan banyak inovasi bermanfaat lainnya, dari masyarakat untuk masyarakat.

